Live streaming

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Walking in The Covenant of Grace

Setiap orang Kristen memiliki tahapan perjalanan rohani yang berbeda-beda. Karena perbedaan tahapan ini, maka kebutuhan makanan rohani setiap orang berbeda-beda pula.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Manna Roti Surgawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manna Roti Surgawi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Agustus 2010

ELANG DAN KATAK

Tiga binatang adalah teman sekarib; dua ekor elang yang besar perkasa dan seekor katak mungil. Sesungguhnya seekor katak merupakan santapan lezat sang elang. Namun bukan mustahil sesuatu yang luar biasa bias terjadi. Dan itu mungkin yang disebut sebagai keajaiban. Ketika sang rajawali hinggap dipinggir sebuah kubangan, mereka menemukan seekor katak, walau kecil namun menarik dan mampu meluluh-lantakan ketamakan hati kedua elang itu. Perlahan mereka bersahabat, ada kasih, ada cinta, ada sayang yang terjalin di antara mereka.

Perlahan musimpun kini beralih. Belahan bumi bagian utara tempat di mana ketiga sekawan itu hidup kini perlahan dingin. Dan di awal musim dingin kawanan burung akan hijrah, terbang jauh ke belahan selatan yang lebih hangat. Kedua elangpun akan melakukan perjalanan yang sama, meninggalkan arus dingin yang bakal tiba dalam beberapa hari.

Sebuah perpisahan adalah saat yang sedih. Ada kesedihan bercokol dalam di dasar sanubari. Ada ratap tangis, ada air mata, ada kepedihan. Mereka tak meratapi perpisahan ini, tetapi menangisi saat pertemuan dulu. Mengapa hal itu terjadi? Mengapa mereka dulu pernah bertemu dan saling menjalin cinta? Namun menangisi masa silam sama halnya dengan kehampaan. Mereka harus melihat kenyataan saat kini.

"Seandainya engkau bisa terbang tinggi di angkasa raya..." demikian sang elang berkata-kata, "maka kita tak akan harus berpisah!" Sang katak yang kerdil kini berpikir keras mencari jalan, dan akhirnya muncul dengan sebuah gagasan gemilang. Ia membawa sebuah tongkat. Dengan paruhnya masing-masing kedua elang itu memegang kedua ujung tongkat, dan sang katak dengan mulutnya memegang erat di bagian tengah tongkat itu. Maka terjadilah... Ketiga binatang itu bersama-sama terbang riang di angkasa biru.

Semua binatang lain mengangkat wajah melihat keajaiban di atas sana. "Oh...Betapa hebatnya. Katakpun bisa terbang tinggi. Seandainya aku bisa terbang di langit biru." Demikian mereka berdecak kagum. Mendengar decakan kagum itu sang katak menjadi sangat bangga. Dalam hatinya ia tak henti-hentinya berkata pada dirinya sendiri, "Kalau bukan karena kepintaranku maka keajaiban ini tak akan pernah terjadi."

Tak lama berselang sebuah suara teriakan nyaring terdengar di telinga sang katak; "Wah...! Siapakah yang sedemikian pintarnya menemukan cara gemilang ini sehingga sang katakpun bisa terbang tinggi?" Sang katak kini tak mampu menahan diri. Ia ingin agar semua orang tahu bahwa hal ajaib ini terjadi karena kehebatannya. Karena itu dengan sekuat tenaganya sang katak membuka mulut dan berteriak; "Ini adalah hasil pikiran sa..." Sayang...seribu sayang! Sebelum ia mampu menyelesaikan kata-katanya, ia telah terjerembab jatuh, badannya menghantam wadas keras, dan seketika itu juga menjadi seonggok sampah tak bermakna. Wah....kalau seandainya sang katak tak berkoar mewartakan kebesaran dirinya sendiri, maka mereka akan bersama-sama tiba di dunia baru, dunia yang penuh kehangatan.
---------------
"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Luk 14: 11; Luk 18, 14; Mat 23, 12).

Selasa, 20 Juli 2010

KERJA DAN MAKAN BERSAMA

Katak adalah binatang pemangsa serangga.Dengan cara melompat-lompat, katak akan berusaha menangkap mangsanya. Tetapi, sesuai dengan kemampuannya, katak hanya bisa menangkap serangga setinggi lompatannya saja.Alkisah, disebuah kubangan air bekas hujan, berkumpullah banyak katak. Mereka kelaparan karena sudah beberapa jam tidak ada serangga yang bisa dimangsa. Ketika seekor katak melihat ada beberapa ekor nyamuk yang terjebak di tembok berlumut yang ada di pinggiran kubangan air tersebut, ia memberitahukan kepada teman-temannya. Sayangnya,posisi nyamuk-nyamuk tersebut tidak bisa dijangkau hanya dengan lompatan. Maka diadakanlah rapat para katak untuk membahas strategi mendapatkan mangsanya. Satu keputusan yang cukup bijak berhasil diambil, yaitu kerja sama. Masing-masing katak merelakan punggungnya untuk dijadikan tangga secara rapi hingga mencapai ketinggian dimana nyamuk-nyamuk tersebut berada.

Karena tinggi, maka diperlukan kesediaan dari puluhan katak. Dan, terbentuklah susunan katak hingga berhasil menjangkau ketinggian yang cukup untuk menangkap mangsanya. Sudah pasti katak yang berada di tempat paling ataslah yang bisa menangkap nyamuk tersebut. Dan, dia juga yang menyantap nyamuk-nyamuk itu.Setelah selesai menyantap, katak tersebut langsung berteriak memberikan laporan tentang keberhasilan menangkap dan menyantap nyamuk buruan mereka. Katak-katak yang lain hanya terdiam dalam keadaan perut yang masih kosong. Itulah kerja sama yang mereka bisa lakukan, tidak pernah bisa membagi hasil pekerjaan bersama secara adil dan merata ke seluruh katak yang ikut ambil bagian dalam perjuangan mereka.

Cara kerja sama seperti kisah katak tersebut tentu harus kita jauhi. Di keluarga, dibutuhkan kerja sama ayah, ibu dan anak. Masing-masing bisa menikmati uang hasil kerja keras ayah; ayah dan anak menikmati kenyamanan dan kebersihan rumah karena anaknya berhasil. Di gereja, jemaat diberkati oleh karena pelayanan yang dilakukan hamba Tuhan; hamba Tuhan bisa menikmati berkat Tuhan melalui persembahan jemaat; hamba Tuhan dan jemaat bersukacita karena pertumbuhan yang terjadi. Demikian juga di organisasi lain, kerja sama yang hasilnya bisa dinikmati bersama harus diupayakan.

Untuk bisa terjadi seperti itu,maka masing-masing anggota harus menerapkan firman Tuhan yang berbunyi, “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,dalam satu kasih, satu jiwa,satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:2-4)

Doa
Di dalam nama Yesus aku mohon kepada Bapa supaya aku mampu mengatasi keinginan untuk memperhatikan kepentinganku sendiri dan mengabaikan orang lain. Amin

Kata-kata bijak
Di dalam kerja sama yang benar, setiap anggota akan merasakan hasilnya, buruk ataupun baik.

Tuhan Yesus memberkati Anda.

Job Lie