Live streaming

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Walking in The Covenant of Grace

Setiap orang Kristen memiliki tahapan perjalanan rohani yang berbeda-beda. Karena perbedaan tahapan ini, maka kebutuhan makanan rohani setiap orang berbeda-beda pula.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 25 Juli 2011

Kasih AGAPE = Kasih yang AJAIB

Lebih kurang 3 tahun yang lalu saya mengalami pendarahan hebat akibat keguguran. Saat sedang beristirahat, saya tiba-tiba dikejutkan oleh keramaian yang ada di luar rumah saya. Dan setelah saya cek ternyata ada orang gila (wanita) yang tidak memakai pakaian yang sedang dipukuli dan disirami oleh tetangga-tetangga saya. Spontan saya menangis melihat adegan tragis itu. Di satu sisi saya kasihan sama orang gila itu, tapi saya bingung apa yang bisa saya lakukan dengan kondisi saya yang sedang mengalami pendarahan ini. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menelepon suami saya (Bp. Sasmito) untuk meminta pendapat beliau. Suami saya saat itu hanya berkata ikuti saja apa yang suara hati saya katakan. Saya harus yakin dan percaya akan suara hati saya saat itu. Saya pun mengiyakan perkataan suami saya itu.

Dengan kondisi masih pendarahan, saya pun akhirnya keluar dari rumah saya. saya berjalan dengan langkah iman menuju orang gila itu, walaupun darah terus menetes ke kaki saya. Begitu tiba di dekat orang gila itu, saya pun langsung memeluknya tanpa ada rasa takut. Akhirnya saya pun terkena juga lemparan batu dan siraman air dari tetangga-tetangga saya. Saya merasakan sakit di tubuh saya dan juga di hati saya. Tapi saya tahan semua rasa sakit itu karena saya tahu ini yang Tuhan mau saya lakukan saat ini. Saya mau belajar untuk mentaati suara Tuhan yang bicara melalui hati saya.

Akhirnya orang gila itu saya bawa masuk ke dalam rumah saya. Para tetangga yang melihat tindakan saya itu berkata kalau sampai orang gila itu meresahkan warga disana lagi, maka saya pun akan ikut diusir dari daerah itu. Mendengar perkataan mereka itu, saya hanya mengucapkan terima kasih sebelum saya berlalu. Di rumah, saya memandikan orang gila itu dan menyisiri rambutnya. Saya berikan kepadanya baju saya yang terbaik dan belum pernah saya pakai sekalipun sebagai bukti kasih saya pada dia. Pada saat saya melakukan semua hal ini, para tetangga rupanya melihat dari depan rumah saya (jadi mereka tidak langsung pulang ke rumah mereka). Akhirnya setelah memperhatikan apa yang saya lakukan, mereka pun pulang satu persatu. Tapi tiba-tiba mereka datang lagi. Kali ini bukan untuk menganiaya orang gila tersebut, melainkan untuk memberikan makanan, pakaian, dan sejumlah uang kepada orang gila itu. Waow!

Saya menyaksikan semua peristiwa ini dengan terharu. Saya jadi begitu bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan sudah mau memakai saya untuk menjadi berkat bagi orang gila tersebut. Dan Tuhan juga sudah berkenan untuk melembutkan hati para tetangga saya, dari yang sebelumnya mereka memberikan pengaiayaan sampai akhirnya mereka memberikan sebagian harta milik mereka kepada orang gila tersebut. Tuhan itu sungguh luar biasa dan saya terus terkagum-kagum padaNya.

Dan tidak hanya sampai disitu saja pekerjaan Tuhan atas saya dan orang gila tersebut. Dengan pelan dan lembut saya ajak orang gila itu untuk berbicara. Saya berusaha untuk berkomunikasi dengannya, dan berhasil! Orang gila itu kembali menjadi normal. Dia ingat siapa namanya dan dimana dia tinggal. Sekali lagi saya dibuat kagum akan pekerjaan Tuhan. Dan setelah itu, dia tiba-tiba bangkit dan berkata kepada saya : “Berhentilah pendarahanmu dan diberkatilah kandunganmu dengan janin yang baru”. Saya kebingungan mendengar pernyataan yang tiba-tiba ini karena saya tidak menceritakan kepadanya apa yang saya alami saat itu. Para tetangga saya juga bingung mendengarnya. Tapi akhirnya saya tidak membiarkan diri saya larut dalam kebingungan berlama-lama. Saya pun langsung mengaminkan pernyataan ini. Saya percaya saat itu Tuhan sedang berbicara melalui orang gila yang baru sadar itu. Saya percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menyampaikan perkataannya. Jangankan orang gila, bahkan kalau mau Tuhan bisa memakai batu untuk berbicara kepada anak-anakNya. Tuhan kita memang Tuhan yang luar biasa! Terpujilah nama Tuhan!

Akhirnya kami pun mengantarkan orang gila yang telah sadar ini kembali ke rumahnya. Keluarganya mengucapkan terima kasih kepada kami karena memang mereka sudah lama mencarinya. Orang ini ternyata memang sempat depresi berat

Selang 2 bulan kemudian, apa yang dikatakan orang gila itu pun terjadi pada saya. Saya pun hamil lagi. Saya percaya ini adalah hadiah dari Tuhan kepada saya karena saya telah belajar mempraktekkan kasih agape kepada sesama saya, maka saat inilah saya menuai hasilnya. Sekarang anak saya sudah berusia 3 tahun.

Kasih agape itu adalah kasih yang ajaib. Siapa yang mempraktekkannya, pasti tidak akan pernah dirugikan, tapi akan diberkati dengan sangat luar biasa! Amien.. (Kurnia Kusuma Dewi)

Jumat, 22 Juli 2011

Pulih Lewat BUILD MY HOME


Di akhir tahun 2010 (memasuki awal tahun 2011), saya mengalami masalah ekonomi sampai rumah tangga saya hampir berantakan dan hancur. Masalah demi masalah yang saya alami membuat saya mengalami kekecewaan dan kepahitan, yang pada akhirnya merugikan diri saya sendiri, baik itu untuk kesehatan rohani saya, maupun untuk kesehatan jasmani saya. Dan kepahitan ini juga membuat berkat Tuhan itu terhalang turun atas saya.

Ketika saya lemah dan tak ada yang mementor saya, puji Tuhan saya tertolong melalui buku “Build My Home”. Lewat buku ini saya dijamah Tuhan dan dipulihkan, dan saya juga jadi mengerti tentang IDE.

Dengan “Iman” saya bisa dikuatkan dan dengan iman saya akan melakukan perintah Tuhan, karena tanpa iman semua perbuatan saya adalah nol (percuma).

Saya juga banyak bercerita kepada Tuhan melalui “Dialog” karena saya tahu solusi semua permasalahan saya hanya bisa dijawab melalui dialog, yaitu saya harus mengekspresikan perintah Tuhan dengan mengampuni dan meminta maaf kepada orang-orang yang menyakiti kita.

Kakak rohani saya (Kak Frans) selalu mengatakan “Ketika kita disakiti dan diperlakukan secara tidak adil oleh seseorang, kita tidak boleh membalasnya. Kalau kita membalasnya berarti kita tidak mengakui adanya Tuhan dalam hidup kita. Firman Tuhan yang dibawakan oleh Ibu Arina Sari juga sangat menguatkan saya. Beliau saat itu membawakan mengenai “Rumah Tangga” yang kuat dengan fondasi yang berasal dari bahan-bahan yang berkualitas dari Tuhan pasti akan membuat rumah tangga itu kokoh.

Dengan adanya buku “Build Mh Home’ ini Kerajaan Allah ada di setiap hidup kita. Situasi dan suasana Kerajaan Allah pun bisa saya praktekkan di dalam kehidupan saya sehari-hari. Bila saya melakukan dosa, saya langsung teringat kalau saya ini adalah rumah kediaman Tuhan. Saya mau semakin bertumbuh dan berbuah untuk menjadi berkat dan meninggalkan masa lalu saya. (Dede Muliati_Komsel Bojong)