Live streaming

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Walking in The Covenant of Grace

Setiap orang Kristen memiliki tahapan perjalanan rohani yang berbeda-beda. Karena perbedaan tahapan ini, maka kebutuhan makanan rohani setiap orang berbeda-beda pula.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 03 Agustus 2011

Jadi "dewasa rohani" melalui komsel

Saya bersyukur sejak saya mengikuti komsel di area Serang dan beribadah di Abbalove Cikarang, saya menjadi seorang wanita yang lebih kuat dalam menjalani berbagai masalah kehidupan. Sejak saya mengikuti komsel, saya banyak mengalami perubahan, terutama perubahan di dalam iman saya.

Dulu saya adalah seorang wanita yang sangat labil dalam menghadapi setiap masalah dan saya juga sempat berpikir kalau saya tidak akan sanggup menghadapi setiap beban hidup saya. Selain itu saya juga  labil di dalam membuat keputusan. Saya selalu mengandalkan kekuatan saya sendiri. Saya tidak pernah berserah kepada Tuhan. Masalah demi masalah tidak pernah berhenti berdatangan ke dalam hidup saya. Sampai akhirnya di komsel saya diajarkan untuk berdialog dengan Tuhan. Saya diajarkan untuk meminta Tuhan campur tangan dalam menyelesaikan setiap masalah yang saya hadapi.

Ternyata benar. Sejak saat saya belajar menjalankan apa yang diajarkan oleh PKS kami (Bp. Bajaro Bulolo), seperti rajin bersaat teduh setiap hari sebelum jam 05.00 WIB, maka banyak doa-doa saya yang dijawab Tuhan.

Dan sekarang saya menyadari kalau saya semakin rajin berkomsel, maka saya semakin dikuatkan. Saya belajar menyerahkan semua masalah saya hanya kepada Tuhan saja. Saya selalu ingat bahwa Bapa saya itu adalah seorang Raja di atas segala raja. Jadi, saya ini sebenarnya adalah anak raja dong.. hehehe... Dan tentu saja sebagai seorang anak Raja, saya memiliki tugas  untuk mengekspresikan gaya hidup anak Raja seperti Tuhan Yesus. (Listia)

Senin, 25 Juli 2011

Kasih AGAPE = Kasih yang AJAIB

Lebih kurang 3 tahun yang lalu saya mengalami pendarahan hebat akibat keguguran. Saat sedang beristirahat, saya tiba-tiba dikejutkan oleh keramaian yang ada di luar rumah saya. Dan setelah saya cek ternyata ada orang gila (wanita) yang tidak memakai pakaian yang sedang dipukuli dan disirami oleh tetangga-tetangga saya. Spontan saya menangis melihat adegan tragis itu. Di satu sisi saya kasihan sama orang gila itu, tapi saya bingung apa yang bisa saya lakukan dengan kondisi saya yang sedang mengalami pendarahan ini. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menelepon suami saya (Bp. Sasmito) untuk meminta pendapat beliau. Suami saya saat itu hanya berkata ikuti saja apa yang suara hati saya katakan. Saya harus yakin dan percaya akan suara hati saya saat itu. Saya pun mengiyakan perkataan suami saya itu.

Dengan kondisi masih pendarahan, saya pun akhirnya keluar dari rumah saya. saya berjalan dengan langkah iman menuju orang gila itu, walaupun darah terus menetes ke kaki saya. Begitu tiba di dekat orang gila itu, saya pun langsung memeluknya tanpa ada rasa takut. Akhirnya saya pun terkena juga lemparan batu dan siraman air dari tetangga-tetangga saya. Saya merasakan sakit di tubuh saya dan juga di hati saya. Tapi saya tahan semua rasa sakit itu karena saya tahu ini yang Tuhan mau saya lakukan saat ini. Saya mau belajar untuk mentaati suara Tuhan yang bicara melalui hati saya.

Akhirnya orang gila itu saya bawa masuk ke dalam rumah saya. Para tetangga yang melihat tindakan saya itu berkata kalau sampai orang gila itu meresahkan warga disana lagi, maka saya pun akan ikut diusir dari daerah itu. Mendengar perkataan mereka itu, saya hanya mengucapkan terima kasih sebelum saya berlalu. Di rumah, saya memandikan orang gila itu dan menyisiri rambutnya. Saya berikan kepadanya baju saya yang terbaik dan belum pernah saya pakai sekalipun sebagai bukti kasih saya pada dia. Pada saat saya melakukan semua hal ini, para tetangga rupanya melihat dari depan rumah saya (jadi mereka tidak langsung pulang ke rumah mereka). Akhirnya setelah memperhatikan apa yang saya lakukan, mereka pun pulang satu persatu. Tapi tiba-tiba mereka datang lagi. Kali ini bukan untuk menganiaya orang gila tersebut, melainkan untuk memberikan makanan, pakaian, dan sejumlah uang kepada orang gila itu. Waow!

Saya menyaksikan semua peristiwa ini dengan terharu. Saya jadi begitu bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan sudah mau memakai saya untuk menjadi berkat bagi orang gila tersebut. Dan Tuhan juga sudah berkenan untuk melembutkan hati para tetangga saya, dari yang sebelumnya mereka memberikan pengaiayaan sampai akhirnya mereka memberikan sebagian harta milik mereka kepada orang gila tersebut. Tuhan itu sungguh luar biasa dan saya terus terkagum-kagum padaNya.

Dan tidak hanya sampai disitu saja pekerjaan Tuhan atas saya dan orang gila tersebut. Dengan pelan dan lembut saya ajak orang gila itu untuk berbicara. Saya berusaha untuk berkomunikasi dengannya, dan berhasil! Orang gila itu kembali menjadi normal. Dia ingat siapa namanya dan dimana dia tinggal. Sekali lagi saya dibuat kagum akan pekerjaan Tuhan. Dan setelah itu, dia tiba-tiba bangkit dan berkata kepada saya : “Berhentilah pendarahanmu dan diberkatilah kandunganmu dengan janin yang baru”. Saya kebingungan mendengar pernyataan yang tiba-tiba ini karena saya tidak menceritakan kepadanya apa yang saya alami saat itu. Para tetangga saya juga bingung mendengarnya. Tapi akhirnya saya tidak membiarkan diri saya larut dalam kebingungan berlama-lama. Saya pun langsung mengaminkan pernyataan ini. Saya percaya saat itu Tuhan sedang berbicara melalui orang gila yang baru sadar itu. Saya percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menyampaikan perkataannya. Jangankan orang gila, bahkan kalau mau Tuhan bisa memakai batu untuk berbicara kepada anak-anakNya. Tuhan kita memang Tuhan yang luar biasa! Terpujilah nama Tuhan!

Akhirnya kami pun mengantarkan orang gila yang telah sadar ini kembali ke rumahnya. Keluarganya mengucapkan terima kasih kepada kami karena memang mereka sudah lama mencarinya. Orang ini ternyata memang sempat depresi berat

Selang 2 bulan kemudian, apa yang dikatakan orang gila itu pun terjadi pada saya. Saya pun hamil lagi. Saya percaya ini adalah hadiah dari Tuhan kepada saya karena saya telah belajar mempraktekkan kasih agape kepada sesama saya, maka saat inilah saya menuai hasilnya. Sekarang anak saya sudah berusia 3 tahun.

Kasih agape itu adalah kasih yang ajaib. Siapa yang mempraktekkannya, pasti tidak akan pernah dirugikan, tapi akan diberkati dengan sangat luar biasa! Amien.. (Kurnia Kusuma Dewi)