Live streaming

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Walking in The Covenant of Grace

Setiap orang Kristen memiliki tahapan perjalanan rohani yang berbeda-beda. Karena perbedaan tahapan ini, maka kebutuhan makanan rohani setiap orang berbeda-beda pula.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 15 Mei 2011

Cara Mengekspresikan Allah
( I.D.E )

Kolose 3 : 1-3, 5

Inilah yang seharusnya dilakukan oleh semua orang percaya, yaitu mencari perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Dan memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kita telah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah, bukan di dalam kemanusiaan-Nya.
Untuk itu kita harus belajar mematikan dalam diri kita segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.

Kita dapat menjalani kehidupan tsb dengan mempraktekkan 3 langkah : I.D.E

I - IMAN
Kita harus percaya bahwa Kristus telah memulihkan dan mempersatukan kita kembali dengan Allah Tritunggal, dan membuat Allah Tritunggal ada di dalam dan di antara kita. Iman inilah yang dibutuhkan agar Allah senang/betah berdiam bersama kita.

D - DIALOG
Setelah kita percaya bahwa Allah Tritunggal sudah berada di dalam dan di antara kita, maka kita mulai melakukan dialog dengan Allah melalui 3 indera, yaitu Penglihatan, Pendengaran dan Perasaan rohani (intuisi) (Matius 13:14-16 ), sehingga kita dapat mengetahui :

* Apa yang Allah pikirkan untuk & melalui kita ( Kebenaran-Nya ).

* Apa yang Allah ingin lakukan untuk & melalui kita ( Kuasa-Nya ).

* Apa karakter-karakter Allah yang ingin diekspresikan di dalam dan melalui kita ( Kasih-Nya )

E - EKSPRESIKAN
Setelah kita menemukan perkara-perkara yang di atas lewat dialog kita dengan Allah Tritunggal, maka kita mulai mengekspresikan dalam kehidupan kita. Bagaimana sebenarnya kita telah mati dan hidup kita tersembunyi di dalam Kristus ( Kolose 3:5 ). Allah yang mengekspresikan Diri-Nya, yaitu Kasih, Kebenaran dan Kuasa-Nya melalui kita.

Saya mau terus belajar untuk tinggal di dalam Allah Tritunggal dan membiarkan DIA mengekspresikan Diri-Nya melalui hidup saya. Untuk itu saya harus terus belajar melihat bahwa diri saya sudah mati bersama dengan Kristus, agar Kristus yang hidup dan memerintah di dalam saya.

GOD BLESS YOU ALL ! 


Lukas Winarno (Penatua Abbalove)

Kamis, 28 April 2011

Build MY HOME


Membangun rumah kediaman di antara manusia adalah isi hati Tuhan. Ini adalah hal yang luar biasa. Tuhan sangat mencintai kita dan menganggap kita sebagai umat kesayangannya. Dengan mengetahui maksud abadi Allah ini, maka fokus kita menjadi jelas, yaitu membuat Tuhan betah tinggal di dalam komunitas kita.

Saya mengajak setiap kita untuk tinggal di dalam komunitas sel dan mempraktekan saling mengasihi, saling mendukung, saling menguatkan dan saling mendoakan. Jika kita bisa saling memiliki hubungan yang kuat, maka kita bisa mencapai potensi maksimal dalam mengekpresikan kasih Kristus dan sekaligus menyenangkan hati Tuhan.

Minggu lalu adalah minggu yang sangat menggairahkan buat saya dan buat semua komunitas sel saya. Setelah selesai melakukan Doa Puasa 2 hari di Lembang, saya beserta komsel saya menghadiri perayaan Paskah di GITEC-Mangga Dua Square. Selanjutnya dengan menggunakan 6 mobil, kami meluncur kembali ke Lembang untuk bersama-sama mengadakan fellowship. Total kami semuanya adalah 8 keluarga, yang terdiri dari Keluarga saya, keluarga Pak Joko, keluarga Ibu Vita, keluarga Pak Daniel, keluarga Pak Mulyandi, keluarga Pak Artje, keluarga Pak Sinaga dan keluarga Pak Hengky mengadakan fellowship bersama.

Acara yang disusun tidak terlalu padat. Diawali dengan pesan Paskah dan Perjamuan Kudus serta sharing dengan seluruh anggota keluarga membuat kami lebih saling mengenal dan menguatkan hubungan di antara kami. Berbagai game menarik yang dipimpin oleh Pak Daniel mampu menghibur kami dalam sebuah sukacita dan kebersamaan. Kami bersama-sama bisa mengingat dan merasakan Kasih Tuhan yang selalu setia menolong setiap keluarga kami saat sedang menghadapi pergumulan.

Membangun tempat kediaman Tuhan, intinya adalah bagaimana mengekpresikan Kristus dalam sebuah komunitas. Bersama-sama menjalani suka dan duka, saling mendukung dan saling menopang adalah sebuah keharmonisan yang bisa kami rasakan di dalam komsel. Tidak ada yang merasa lebih atau kurang, tapi ini adalah sebuah hubungan yang seimbang dan mampu membangkitkan rasa gairah, serta merasa tidak sendirian dan pada akhirnya menjadi begitu sangat menyenangkan. Setelah beringingan ke air terjun Maribaya, membeli bakpia dan yoghurt pada hari Sabtu dan makan siang bersama di taman, akhirnya kami mengakhiri fellowship dua hari yang sangat mengesankan tersebut. 

Saya sebagai pemimpin jemaat menghimbau agar seluruh jemaat untuk tinggal di dalam komsel. Pembentukan karakter akan sangat terasa jika kita melekatkan diri dan mempunyai penundukan diri dalam sebuah komsel. Selain itu, dalam sebuah komsel kita bisa merasakan denyut nadi Tuhan untuk jiwa-jiwa dan bersama-sama bergandengan tangan mencapai apa yang Tuhan mau kerjakan di dalam kehidupan kita.

Kesediaan dibentuk, peka terhadap kebutuhan orang lain, dan bersama-sama bertumbuh adalah bukti bahwa Tuhan benar-benar menyatakan dirinya di dalam komunitas sel. Hal ini tentu saja akan diikuti dengan tanda-tanda ajaib berupa mukjizat dan pertolongan Tuhan yang tidak pernah berhenti karena Tuhan tidak hanya sekedar “menumpang” tetapi IADiabersedia tinggal bersama kita. Dan selama TUHAN tinggal bersama dengan kita, kita akan terus melihat mukjizatNya yang nyata setiap hari.

Selamat membangun tempat kediaman Tuhan dan selamat berkomunitas!


M Mahayoni