Live streaming

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Walking in The Covenant of Grace

Setiap orang Kristen memiliki tahapan perjalanan rohani yang berbeda-beda. Karena perbedaan tahapan ini, maka kebutuhan makanan rohani setiap orang berbeda-beda pula.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 04 Agustus 2010

Cinta Sejati

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya
pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan
keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari
yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa
mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan
pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap
pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa
mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada
suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di
majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan"
katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang
kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan
membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat
hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia"

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal
dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji
tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal
yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka
bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan
mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu
mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya,
sekitar 3 halaman.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak
dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata
suaminya mulai mengalir. "Maaf, apakah aku harus berhenti?"
tanyanya.

"Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya. Lalu sang istri
melanjutkan membacakan semua yang terdaftar,
lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja
dan berkata dengan bahagia

"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak
mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau
sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah
dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan
ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya
menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.

Pesan moral :
Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kita
sayangi dan kita cintai.

Cinta hanya akan membawa kebahagian dan saling berbagi
untuk memahami kekurangan masing-masing, mencintai
dengan apa adanya.

Cinta tak pernah menyakiti, yang sebenarnya adalah
menambah kedewasaan dan cara berpikir kita untuk memandang
hidup, sebagai kasih karunia Tuhan yang terbaik.


conectique.com

Menang Atas Ketakutan

Black Bart, yang merampok 29 kereta pos Wells Fargo antara tahun 1875 sampai 1883, berhasil menanamkan rasa takut di dalam hati para korbannya. Bart memanfaatkan kejahatannya untuk membangkitkan rasa takut pada siapapun, bahkan pada mereka yang berada di sekitar kereta pos Wells Fargo selama perampokan berlangsung. Bart menggunakan ketakutan untuk menguasai korbannya dalam menjalankan aksi perampokannya. Bart tahu menakut-nakuti korbannya adalah satu-satunya harapan yang dimilikinya agar ia dapat beraksi dan melarikan diri dengan sukses. Sebuah kebenaran yang diketahui dari dokumen sejarah 29 perampokan yang dilakukan Black Bart adalah TIDAK PERNAH SEKALIPUN IA MENEMBAKKAN SENJATANYA ATAU MENYANDERA KORBANNYA. Saya bertanya-tanya, apakah para korbannya akan sama takutnya ketika dirampok jika mengetahui Black Bart sebenarnya hanya ‘menggertak’ untuk menakut-nakuti mereka? Seperti Black Bart, setan juga menggunakan ketakutan sebagai alat untuk mengalihkan perhatian kita dari kebenaran yang sesungguhnya.
Setan memahami betul siapa diri kita di dalam Kristus, dan hal ini dibuktikannya dengan memakai segala macam cara agar ia dapat menguasai kita dengan tunduk pada rasa takut. Ketika kita menyadari kebenaran sepenuhnya akan siapa diri kita di dalam Kristus, kita tidak akan merasa takut. Satu-satunya yang setan bisa lakukan adalah mengalihkan perhatian kita dari kebenaran ini. Setan melakukan ini dengan berusaha mengalahkan fokus kita, dari kekayaan kita di dalam Kristus kepada keadaan kita yang tampaknya menakutkan. Setan tahu ia tidak akan bisa merampok kekayaan kita di dalam Kristus, jadi ia tak memiliki pilihan lain kecuali mendorong kita untuk melupakan apa yang kita miliki dan siapa diri kita yang sebenarnya di dalam kristus.
Meskipun seringkali kita kehilangan kebenaran ini, namun setiap saat Tuhan terus membuktikan bahwa diri-Nya setia di dalam hidup kita. Ingatkah kisah di Alkitab ketika tentara Armenia mengepung perkemahan tentara Israel? (2 Raja-Raja 6:15-17). Pelayan Elisa yang ketakutan mendatangi Elisa dengan menyampaikan sebuah kabar buruk. Namun, Elisa meyakinkan pelayannya dengan mengatakan, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” (2 Raja-Raja 6:16). Elisa berdoa dan saat itu juga mata pelayannya terbuka dan ia melihat di sekitar bukit-bukit itu penuh dikelilingi dengan kuda dan kereta berapi. Kebenarannya adalah Tuhan telah menyediakan perlindungan yang lebih dari cukup bagi orang Israel untuk melawan orang Armenia. Mata Elisa tertuju pada apa yang benar sedangkan mata pelayannya telah terganggu oleh kehadiran musuh yang hadir di sekitarnya. Saya membayangkan jika sejak awal sang pelayan telah melihat pasukan Allah, maka ia tidak akan membiarkan musuh mengalihkan perhatiannya dari kebenaran.
Meskipun di dalam Kristus saya lebih dari pemenang (Roma 8:37), namun dalam beberapa kesempatan, saya mengizinkan keadaan mengintimidasi dan mengalihkan perhatianku dari kebenaran ini, dan sayapun akhirnya menyerah pada rasa takut. Sama halnya seperti gelombang laut  yang mengganggu Petrus dari ajakan Yesus untuk berjalan di atas air, pada akhirnya Petrus pun ditelan gelombang dan mulai tenggelam. Ketika saya fokus pada gelombang yang terjadi di dalam kehidupan, perasaan tidak berdaya melingkupiku dan merampok kebenaran yang ada di dalam diriku untuk melakukan apa yang tidak mungkin bersama-sama dengan Kristus. Seperti Petrus, ketika saya menujukan pandangan hanya kepada Yesus maka saya mampu meningkatkan kepercayaan diri saya mengatasi ketakutan dan secara ajaib berjalan kepada Yesus, dengan iman, mengatasi apa yang sebelumnya menjadi ketakutan saya.
Dalam Alkitab secara keseluruhan, Tuhan memerintahkan kita untuk tidak takut. Meskipun terkadang kita merasa bahwa hal ini lebih mudah untuk dikatakan daripada dilakukan, maka bukanlah sebuah kebetulan jika Anda menjumlahkan semua ayat yang memerintahkan “Jangan takut”, maka terdapat 365 kali “Jangan takut” – satu perintah setiap hari dalam setahun untuk tidak takut. Mungkin inilah cara Tuhan untuk memberitahu kita bagaimana melewati hari-hari dalam kehidupan tanpa satu alasanpun untuk merasa takut. Semoga iman kita kepada Yesus terus bersinar, mengalahkan semua ketakutan yang bukan berasal dari Allah, dan mereka yang belum mengenal Yesus akan mengagumi keberanian kia dan tahu, seperti para ahli taurat setelah menyaksikan keberanian Petrus dan Yohanes, bahwa kita adalah pengikut Yesus. (Kisah Para Rasul 4:5-13)
Sumber : Brooke Espinoza

View writer's profile